Minggu, 08 Februari 2009
INILAH.COM, Jakarta – Situs paling fenomenal, Facebook pekan ini berulang tahun kelima. Banyak yang tak menyangka Facebook dibuat remaja 19 tahun Mark Zuckerberg. Ia pun kaya mendadak dengan pundi US$ 1,5 miliar. Facebook juga ditaksir berharga US$ 15 miliar.
Siapa sangka situs yang awalnya hanya digunakan beberapa mahasiswa agar tetap bisa saling berhubungan, saat ini telah menjadi bisnis triliunan rupiah. Facebook menjadi fenomena global, karena 15 juta user di seluruh dunia mengupdate statusnya setiap hari.
Mark Zuckerberg saat memulai Facebook dari asramanya di Harvard pada 2004 masih berumur 19 tahun. Hanya dalam hitungan 24 jam, lebih dari 1.000 orang teman kuliahnya di Harvard ikut mendaftar di situs jaringan sosialnya itu. Hanya dalam tempo satu bulan, setengah mahasiswa di kampus itu telah memiliki profile di Facebook.
Lima tahun berlalu, situs ini kini memiliki 150 juta user di seluruh dunia. Dan Zuckerberg yang kini berumur 24 tahun telah jadi miliader termuda di planet kita. Forbes memperkirakan kekayaannya mencapai US$ 1,5 miliar.
Majalah Time juga memasukkan Zuckerberg dalam daftar 100 orang yang berpengaruh di muka bumi pada 2008. Craig Newmark pendiri situs iklan baris Craigslist yang juga fenomenal, menyebut Zuckerberg telah menemukan sarana jaringan sosial yang tidak hanya merefleksikan kehidupan tapi lebih dari itu.
Bersama dengan MySpace dan Bebo, Facebook membawa jaringan sosial makin popular. Selebriti pun tak segan ikut di dalamnya, termasuk politisi dan bisnisman top.
Dalam laporan yang ditampilkan di situs Facebook terbaru, 15 juta user mengupdate statusnya setiap hari. Selain itu lebih dari 850 juta foto ditambahkan ke situs itu tiap bulan, dengan rata-rata teman yang dimiliki user mencapai 120 orang.
Facebook pula yang mengantarkan Barack Obama memenangi pemilihan umum AS pada tahun lalu. Obama berhasil menarik pemilih muda melalui Facebook yang sebelumnya kurang mendapat perhatian dari kandidat. Dalam blog menandai ulang tahun Facebook, Zuckerberg mengatakan telah membuat dunia makin terbuka dan makin mudah bagi orang menyuarakan aspirasinya.
“Selama lima tahun terakhir kultur internet juga berubah. Sebelumnya orang malas mengumbar identitas aslinya secara online. Tapi Facebook menawarkan lingkungan yang aman dan terpercaya untuk berinteraksi secara online dan membuat jutaan orang nyaman mengekspresikan dirinya,” katanya.
Meskipun masih kontroversi, tapi harga situs Facebook diperkirakan sangat luar biasa. Perusahaan ini berhasil menarik lebih dari US$ 200 juta uang investor pada 2006. Facebook juga berani menolak tawaran US$ 1 miliar dari Yahoo.
Pada 2007 Microsoft membayar US$ 250 juta hanya untuk 1,6% kepemilikan saham. Jika ditotal, harga Facebook bisa mencapai US$ 15 miliar. Tapi krisis global yang menghantam bisnis iklan online yang merupakan sumber pendapatan utama Facebook, bisa membuat harganya turun.
"Facebook belum mengalami sukses terbesarnya. Ia menjual iklan dan bisa menghasilkan pendapatan, tapi keuntungannya tidak luar biasa meskipun dia menguntungkan,” kata analis Adam Lashinsky.
"Tidak ada yang meragukan Facebook sangat popular, tapi tidak berarti perkembangannya sangat luar biasa dan bisa menjadi mega bisnis semacam Google, Microsoft atau bahkan seperti pesaingnya MySpace," tambahnya.
Facebook bukan tanpa antisipasi. Karena industri seperti ini bergerak sangat cepat, Mark Zuckerberg mengatakan dia terus berkomitmen membuat Facebook tetap relevan di masa datang.
"Membangun dan bergerak cepat selama lima tahun terakhir tidak mudah dan kami belum selesai. Tantangan memotivasi kami untuk terus inovatif dan membongkar hambatan teknis untuk menghasilkan cara yang lebih baik untuk berbagi informasi,” katanya.
Jadi kira-kira bakal seperti apa di ulang tahun Facebook tahun depan. Apakah situs ini bakal tutup karena kurangnya iklan akibat krisis global? Ataukah makin marak dengan layanan yang telah mengalami penyempurnaan. [E1]
BERITA TERKAIT
* Waduh, Del Piero Tuntut ‘Facebook’! * 2009, Mazda Targetkan 1.700 Unit * Mazda2 Mau Mengusik Jazz * 2009 Mazda Targetkan 25-30 Dealer * Hore! Mazda Masuk Facebook * Anti Tuhan Galang Massa di Facebook * Fenomena Facebook Senilai US$15 Miliar * Tidak Hanya ABG Kecanduan Facebook * Pencuri Tertangkap Gara-gara Facebook * Facebook Tutup Halaman Bos Mafia
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/02/07/81839/facebook-fenomena-us$-15-miliar/
Kamis, 12 Juni 2008
Telah Terbit!
Salah satu buku yang wajib dibaca oleh kalangan sejarawan, akademisidan
aktivis sosial di Indonesia:NUSANTARAKarya Bernard VlekkeKepustakaan Populer
Gramedia (KPG)Terbit: Mei 2008www.khatulistiwa.netNusantara merupakan salah satu
deskripsi sejarah Indonesia yangditulis secara mendalam namun populer. Kendati
buku ini terbit pertamapada 1943, banyak hal-hal yang disampaikan oleh Vlekke
aktual sampaiabad ke-21. Berbeda dengan buku sejarah selebihnya, Vlekke
menampilkanproses sejarah Indonesia tanpa terlalu memusatkan proses
padaperluasan kolonialisasi.Dalam buku ini Vlekke misalnya memaparkan bahwa
perang agama sangatlangka di Jawa dan boleh jadi penyebabnya adalah
sinkretismeterpelihara sejak zaman dulu. Ada kisah kegagalan Sultan
Agungmenyatukan Nusantara karena tak punya angkatan laut yang memadai.Kisah lain
yang langka adalah perubahan tabiat orang Belanda yangrajin di tanah airnya
(Homo batavus), namun jadi pemalas ketikatinggal di Batavia (Homo
bataviensis).Edisi Indonesia buku ini merupakan terjemahan edisi revisi
1963.Penulis menyajikan sejarah Nusantara secara populer. Oleh karena itu,buku
ini seolah-olah berisi dongeng Indonesia pada masa silam. Pembacamuda Indonesia
dapat dengan mudah memahami kisah yang ditampilkandalam buku ini.Jika ingin
membelinya kunjungi toko buku online www.khatulistiwa.net.Untuk Jakarta buku
diantar dan bisa bayar di tempat.Khatulistiwa Onlinewww.khatulistiwa.net
Ketololan Menteri Ekonomi
NEGARA INDONESIA INI TERKUTUK MENGULANGI KESALAHANSEJARAHNYA, KARENA TIDAK
BELAJAR DARI KESALAHANSEJARAHNYA YANG LAMPAU. (paraphrase ucapan Anwar
Sadat)Kesarjanaan Tinggi. Team Ekonomi Kabinet SBY, khususnya Budiono,
SriMulyani, tapi juga Purnomo Yusgiantoro dan SofyanDjalil, sekalipun menyandang
tingkat kesarjaan ekonomitertinggi dan lulusan dari Universitas tersohor
diAmerika Serikat, namun membingungkan, mengapa merekamelakukan kesalahan
fundamental melenceng dari teoridan hukum ekonomi elementer sekalipun.Anak SMEA
sendiri, tahu benar bahwa harga, permintaandan penawaran berhubungan fungsional
satu sama lain.Bila permintaan naik harga akan naik atau bilapenawaran naik
harga akan turun. Atau bila harga naik,maka permintaan akan turun pada suatu
tingkatkeseimbangan di mana jumlah permintaan akan samadengan jumlah
penawaran.Namun dalam hal kenaikan harga BBM, 24-5-2008, prinsipelementer
ekonomi tersebut diabaikan total oleh TeamEkonomi Kabinet SBY.Timbul pertanyaan
apakah kesarjanaan Team ini bukanyang dikatrol oleh 'CIA'-Ford Foundation belaka
dalam'Mafia Berkeley' yang disetir dan sudah diperhitungkandari semula akan
berkuasa kelak di Indonesia? (Soal'Mafia Berkeley' ini sudah dikupas dalam buku
'TsunamiBangsa Ini' terbitan LSKN).Siapa yang tidak penasaran menyaksikan
ketololan dariTeam Ekonomi Kabinet SBY ini yang -tanpa dasar danprinip ekonomi-
begitu tega menaikkan harga BBM yangmenyengsarakan rakyat kecil, sambil menutupi
kejahatanmereka tersebut dengan menyandiwarakan jiwa sosialyang pura-pura sangat
tinggi terhadap rakyat denganmenyalurkan subsidi BLT-'ratusan perak' yang
tidakberarti apa-apa. Namun tidak dapat disangkal bahwa BLTdiciptakan hanya
untuk menutup-nutupi'triliunan-perak' subisidi lain dari APBN yangdisalurkan
seenaknya oleh Sri Mulyani . Menterikeuangan ini justru menganggap dirinya
seorangahli-fiskal, padahal dia ahli-pembukukuan- elementer(boekhouding) pun
tidak! Masa' menghadapi lonjakanharga minyak di atas $120 per barrel, Sri
Mulyanimerumuskan 86 skenario untuk ditentukan pilihannyaoleh Presiden? Dalam
republik negara hukum iniUndang-Undang Dasar Pasal 31, (4) sendiri
bisadilanggarnya mentah-mentah, bebas sebebas-bebasnyadengan
'impunity'.Pelanggaran Prinsip-Hukum Harga dalam Kenaikkan HargaBBM dan
Pemberian BLT.Prof. DR Budiono menyanyikan teori harga ngawur:Pemerintah akan
menyamakan harga BBM di dalam negeridengan harga minyak di pasar internasional.
Inidilakukan karena anggaran subsidi (APBN) akan ditekanlebih rendah dan
Pemerintah ingin menyerahkan hargaBBM pada penyesuaian otomatis dengan harga
dunia. Pada15 Mei 2008, harga jual di Indonesia hanya sebesar Rp4500 per liter.
Dengan kenaikan sekitar 30%, hargajual premium per liter menjadi Rp 6000 per
liter.Artinya, Pemerintah akan menyubsidi Rp 3450 per liter.Prof.Chatib Basri
dari Univ. Indonesia dan LPEM-UImenyajikan teori fiktif: Subsidi BBM per liter
adalahRp 4100 (selisih antara harga internasional premium Rp8600 dan harga
domestik kepada pemilik mobil adalah Rp4100 per hari atau Rp 1,200 000 per
bulan.Mereka yang tidak memiliki mobil atau motor,memperoleh subsidi BBM melalui
transportasi murah.Salahkah jika dari subsidi yang lebih dari Rp 1,200000 itu
dialokasikan Rp 100 000 sebulannya bagipenduduk miskin?DR Jusuf Kalla
ceplas-ceplos mengedepankan teorisaudagarnya: Harga BBM harus naik. Kalau harga
BBM taknaik, yang menikmati subsidi itu ialah yang banyakmobil dan yang pakai
AC.Teori konyol ini mengingatkan kita kembali padaMenteri Pasar Rumput Mari
Pangestu yang mengarangteori 'operasi-pasar' bohong-bohongan:Saya tidak bisa
menurunkan harga selain dari memberisubsidi bagi orang miskin, dan untuk itu
saya pribadiharus turun ke Pasar Rumput -di Jakarta, Indramayu,Surabaya dll
untuk membagi-bagikan sembako bersubsiditapi bagi yang sangat miskin saja.
Padahal Menteri inidengan mudah bisa menurunkan harga seperti biasanyadengan
menambah supply, namun tidak boleh dilakukannyakarena harus membantu usaha
benalu BULOG memiskinkanpara petani. Minyak goreng juga harus saya subsidibagi
orang miskin. Padahal Mari Pangestu bisa dengangampang sekali menambah pasokan
(Indonesia adalahproducer CPO terbesar di dunia). Tapi, oleh karenatelah menjadi
SatPamnya Eka Tjipta -rajanya minyakgoreng- yang mengambil kesempatan dari
melonjaknyaharga CPO dan minyak goreng di pasar dunia- MenteriPasar Rumput ini
dipaksa oleh bossnya untuk membatasipasokan dalam negeri.Ketiga ahli-ahli
ekonomi di atas tadi tidak menyadaridan sama sekali tidak mengerti, mengapa
kenaikan hargaBBM harus mereka selewengkan dan lepaskan dari prinsipdan hukum
ekonomi harga yang lazim, tapimendasarkannya melulu pada harga minyak dalam
pasarinternasional di Malaysia, Thailand, Amerika Serikatdsb dsb.Sebab,
pembentukan harga minyak atau barang apa sajapada setiap negara berlangsung
mandiri dengan sstemdan struktur harga domestik masing-masing tanpa pernahada
hubungan satu sama lain. Kalaupun dalam teoriperdagangan internasional, pernah
dilakukanperbandingan antara harga barang-barang domestik yangsatu dengan
harga-harga domestik yang lain, tindakansedemikian terbatas hanya pada usaha
untuk memperolehtingkat kurs mata uang dalam hubungan transaksi
valasantar-negara. Tapi tindakan seperti itu tidak pernahdilakukan dan
dipertimbangkan dalam memperbandingkanharga minyak atau satu per satu harga
barang lain,baik yang ditransaksikan apalagi yang tidakditransaksikan antar-dua
negara. Jadi, perbedaan hargaminyak di Indonesia dengan harganya di Malaysia
atauThailand sama sekali tidak menjadi tolok ukur apa-apabagi suatu tindakan
atau peraturan untuk menaikkanharga BBM seperti yang dinyanyikan Budiono.Apakah
subsidi yang sebenarnya fiktif saja dinikmatipara pemakai BBM di Indonesia akan
turun atauditurunkan Budiono, sekiranya nanti harga minyak turunmenjadi $90 per
barrel, dan apakah harga BBM diIndonesia akan sekaligus diturunkan Budiono dan
dalampada itu subsidi APBN akan diturunkan pula oleh SriMulyani?Bagaimana harga
BBM akan diturunkan apa tidak, jikakurs Rupiah menjadi Rp 10 000 atau Rp 7 000
perdollar? Kan menurut Budiono perubahan kurs dan dengandemikian perbandingan
antara harga BBM dalam negeriIndonesia dan harga BBM di Thailand atau Laos
akanlangsung berubah dan diubah Budiono?Begitu pula, tidak ada hubungan BLT
dengan subisidifiktif yang seolah-olah dinikmati para pemilik mobilber-AC dan
motor. Subsidi BLT berlangsung bukannyadiambil dari dana subsidi fiktif tadi
seperti yangdikemukakan Jusuf Kalla dan Chatib dinikmati oleh parapemilik mobil
dan motor, tapi langsung dikeluarkandari APBN.Menurut Sri Mulyani subsidi
tersebut dialokasikansebagai dana kompensasi bagi orang miskin, walaupunmakna
kompensasi tersebut ditukang-tukangi berbedadari arti lazimnya. Apalagi, BLT
sendiri melanggarprinsip dan hukum ekonomi karena bantuan tersebut baikdari segi
sosial dan lebih-lebih dari sudut ekonomimerupakan tindakan tolol dan keliru
total.Jika harga BBM tidak dinaikkan BLT tidak akandiberikan sebagai bantuan
bagi fakir miskin. Artinya,golongan miskin yang memperoleh BLT tidak
pernahdipedulikan Sri Mulyani sebelumnya. Kenapa justrusekarang orang miskin
tersebut tiba-tiba menarikperhatian Sri Mulyani untuk diberikan
kompensasiseolah-olah mereka tiba-tiba saja ditimpa kemalangan.Dan mereka
sendiri dan bukan korban langsung darikenaikan harga BBM. Sedang korban langsung
darikenaikan harga BBM, yakni para nelayan, pemakai jasatransport, perusahaan
transport dan industri serta PLNdll tidak diberi kompensasi? Penderitaan
korbanlangsung ini sama sekali dicuekkan dan dicoret begitusaja dalam catataan
Sri Mulyani, asalkan difisitAPBN-nya bisa ditutupinya dengan kenaikan harga
BBM,walaupun bukan seluruhnya tapi sebagiannya saja. Iniartinya, Sri Mulyani
-ahli fiskal pura-pura ini-hendak berdansa gembira ria diatas kerangka
deritarakyat.Sri Mulyani sama sekali tidak menyadari bahwa dampaknegatif makro
ekonomi dari keseluruhan subsidi APBN(termasuk BLT) -yang terutama ditimbulkan
olehkeharusannya memberi subsidi bantuan triliunan Rupiahbagi bandit-bandit
tengik Pertamina- yang sedemikianbesarnya hingga justru menciptakan kemiskinan
yanglebih parah lagi bagi rakyat seluruhnya, termasuk sipenerima BLT
sendiri.Menurut hukum ekonomi-makro: Memperbesar subsidiseperti yang dilakukan
Sri Mulyani, berarti memperluaskonsumsi aggregate yang pada gilirannya otomatis
akanmenurunkan investasi aggregate. Turunnya investasitersebut akan
mengakibatkan penurunan produksinasional dan pendapatan nasional yang berarti
pulabahwa kemiskinan rakyat justru akan lebih diperparahlagi . terkecuali
PERTAMINA.Deficit-financing bagi negara-negara berkembang timbulbila dalam
keadaan ekonomi terpuruk Pemerintah merekaharus melakukan tambahan investasi.
Tapideficit-financing APBN Indonesia timbul terutamakarena Sri Mulyani harus
memberi bantuan subsidi bagiPertamina, yang ternyata hanya subsidi palsu
danterselubung bagi Pertamina supaya perusahaan tersebutdapat meraub laba untuk
dibagi-bagikan ke sana kemari.Mengapa Pertamina Bajingan dan Lintah Darat
Penghisapdarah Rakyat Miskin?Teori permintaan di satu pihak sedianya
dapatmenjelaskan perilaku para konsumen bagi produkPertamina. Dapat disebutkan
empat faktor fundamentalyang menentukan berapa banyak barang yang akan
dibelioleh konsumen tersebut.Pertama-tama adalah harga barang dari tiap
komoditiyang dibeli. Determinan kedua adalah besaranpendapatannya. Faktor ketiga
adalah strukturharga-harga barang-barang substitusi. Dan keempatadalah kurva
permintaan si konsumen yang bergerakberlawanan arah dengan harga barang-barang
komplemeterdari produk Pertamina.Namun, tidak perlu menyimak seluruh ke-emat
faktorpenentu dari demand tadi bagi produk Pertamina dancukup membatasinya pada
tingkat pendapatan yangmendasari permintaan. Dalam hubungan ini dengansingkat
dapat dikemukakan, bahwa akan lebih tepat danadil, jika kenaikan harga BBM di
Indonesia sekarangini dibatasi pada kenaikan harga BBM bagi yangberpendapatan
tinggi saja tanpa menaikkan -bahkanmenurunkannya- bagi yang berpendapatan
rendah.Maksudnya, supaya mereka yang memiliki mobil mewahdengan mesin 2000 cc
atau lebih dikenakan harga BBM200-300%, sedang avtur bagi maskapai
penerbangandomestik dikenakan harga 300% sambil sekaligusmempromosikan angkutan
laut dan darat yang sekarangini dalam keadaan morat marit sambil
menambahpenerimaan APBN sendiri..Di lain pihak dalam meneliti supply produk
Pertaminaanalisis kita lebih berpihak pada prinsip dan teoriharga berdasarkan
ongkos-ongkos produksi.Dalam teori supply tersebut yang paling utama
disimakseorang ekonom mengenai suatu perusahaan adalahongkos-ongkos yang
berdampak atas harga-harga relatifdari barang-barang dan alokasi jasa-jasa
produktifbagi berbagai perusahaan dan industri.Dalam hubungan ini penjelasan
harga-harga termaktubdalam teori ongkos-ongkos alternatif atau yang jugadikenal
sebagai 'opportunity costs'. Yaitu,ongkos-ongkos suatu faktor produksi X dalam
produksikomoditi A disadur dari jumlah maksimal dari produksikomoditi B, C, D
dll. Bila ongkos modal di sektor laindapat memberi laba 10%, maka yang 10%
itulah ongkosmodal di sebuah pabrik tekstil. Bila satu ha tanahmenghasilkan 5
ton padi, maka itulah ongkosnya untuktanaman tebu dalam 1 ha. Dalam hubungan ini
perludiperhitungkan juga bahwa ongkos produksi tergantungjuga dari harga barang
permintaan. Sebab, tidakmungkin menentukan ongkos (uang) dari padi sebelumkita
ketahui harga tebu. Semakin tinggi nilai produksialternatif B, C. dll dari suatu
jasa faktor produksitertentu, maka semakin tinggilah ongkosnya dalammemproduksi
A. Dengan ini berlakulah hukum ekonomiyang mengatakan bahwa ongkos factor X
dalam produksikomoditi A sama dengan nilai nilai produk-marginal Xdalam produksi
B, C, dll.Penting pula diperhatikan definisi dari 'productionfunction' yang
menentukan hubungan antara 'input' darijasa-jasa produktif dan 'output' produksi
per unitwaktu. Production functions menjabarkan teknologi atausitem organisasi
dari jasa-jasa produksi, yangdiperoleh dari disipilin ilmu lain seperti
engineeringdan industri kimiah, tapi menjadi data analisis bagiseorang ahli
ekonomi perencanaan atau pengamatekonomi. Bila 1 ha tanah -dengan bantuan
kerjasamadari unit-unit lain yang cocok dan selaras dapatmenghasilkan 5 ton
padi, maka 1/5 merupakan koeffisienproduksi dari type tanah yang menghasilkan
padiseperti itu.Dengan penjelasan teori harga yang singkat di atas inihendak
dikemukakan bahwa kemajuan dari sebuahperusahaan tergantung dari manajemen yang
menguasaiserta memegang teguh pada teori harga, permintaan danpenawaran beserta
implikasi dan komplikasinya yangdihadapi setiap perusahaan., tidak
terkecualiPertamina. Namun perusahaan ini jauh dari manajemenseperti itu.Lihat
saja kemajuan Pertamina yang jauh ketinggalandari prestasi yang dicapai
Petronas. Dengan kekayaansumber minyak kita yang begitu besar, Pertaminasedianya
bisa meraub laba yang sangat besar danseyogianya merupakan sumber pembiayaan
investasi utamadi Indonesia. Namun dana investasi yang diraihPertamina
berlangsung dan dilangsungkan oleh dan didalam dunia Pertamina sendiri saja demi
dan untukperusahaan itu sendiri. Dana investasi tersebut bukantersalur dalam
saluran 'communicating sectors', dimana Pertamina yang menjadi sektor
danasurplus-investasi tidak merupakan sumber bagitersalurnya surplus-investasiny
a tadi pada sektoryang deficit savings dan investasi pada sektor ekonomilainnya
yang menghadapi defisit tadi, yang sekalipunmenjanjikan hasil yang jauh lebih
tinggi dariperluasan investasi baru yang dijalankan Pertamina.Ini berarti bahwa
'opportunity costs' dari investasibaru dari Pertamina, katakan saja dalam rumah
sakitbintang-10, hotel-hotel, atau perusahaan asuransi dllyang dilakukan
Pertamina menciptakan ongkos produksiyang lebih tinggi berdasarkan hasil yang
sedianya bisadiperoleh oleh sebuah industri dalam sektor yang minusdalam dana
investasi. Alhasil, seperti yang kitasaksikan berlangsung selama ini, Pertamina
menjadisalah satu kendala utama dalam menciptakan'communicating sectors'
(communicerende vatan) dalamperekonomian Indonesia.Pada dasarnya, melonjaknya
harga minyak mentah menjadi$120 per barrel seharusnya menjadi sorga dan
bukanneraka bagi Indonesia.Indonesia yang menjadi net-exporter minyak
mentahseharusnya memperoleh valas yang sangat besarjumlahnya dengan tingginya
harga minyak mentah menjadi$120 per barrel, tapi tidak dapat diraihnya
karenakebuta-hurufannya atas sistem sterilisasi valas-$ danmembiarkan perusahaan
asing dan Pertamina serta Medcomemperoleh windfall profits sepenuhnya yang
sangatbesar dari naiknya harga crude oil menjadi $120 perbarrel.Kerugian kecil
bisa terjadi bagi Indonesia, karenaIndonesia menjadi net-importer BBM. Namun
kerugianinipun bisa dengan mudah ditutupi dengan windfallprofit tadi serta
melalui sistem-sterilisasi tadi.Kesimpulannya: sama sekali tidak mungkin
timbulmalapetaka minyak bagi Indonesia. Yang menjadi masalahIndonesia adalah
banditry yang berkecamuk danmerajalelai Pertramina.Kebobrokan perkembangan
Pertamina sangat unik sekali.Staf dan karyawan Pertamina menggelembung sangat
luasdengan operational costs yang menggelembung dengansendirinya, namun
Pertamina menikmati kemakmuran luarbiasa, baik dalam penggajian, pensiun
milyaran rupiahmaupun dalam fasilitas-fasilitas lukslainnya.Pokoknya, tidak ada
duanya kedudukan anak -masPertamina dalam segala hal. Pembukuan Pertamina
tidakpernah boleh diketahui Pemerintah atau di-audit olehsiapapun. Untuk itulah
diperoleh jasa-SatPam dariPurnomo Yusgiantoro dan Sofyan Djalil. Pemerintah
jugadikelabui oleh oligarki pensiunan Pertamina yang dapatsemau gue mendirikan
ratusan anak perusahaan yangmelakukan over-charge dan mark-up ongkos-ongkos
yangdibebankan pada Pertamina tanpa gangguan dari siapapun.The funniest part of
it all, Pertamina sanggupmenggelumbungkan ongkos-ongkos produksi
darikilang-kilang minyak nya yang sedemikian tingginya,hingga harus disubsidi
APBNnya Sri Mulyani tanpa adapemeriksaan terlebih dahulu atas
penggelembunganongkos-ongkos produksi Pertamina. On top of it all,Pertamina
setiap tahun bisa meraub untung raksasa yangseenaknya dibagi-bagikan ke sana ke
mari. Ketololanahli fiskal Sri Mulyani terbukti sudah, karena begitusaja
menyediakan subsidi BBM tanpa pernah terlintaspada benaknya kejadian-kejadian
janggal yangdiperhadapkan keuletan Pertamina menciptakan dirinyamenjadi benalu
tahunan atas rakyat Indonesia, yanghanya memperoleh remah-remah dari kue
nasional yangdinikmati Pertamina sama seperti benalu-benalulainnya, Bank
Indonesia dan BULOG.Bayangkan:*semua Dirut Pertamina kaya raya ala
baron-minyakTexas*semua kaca mata yang dipakai staf dan karyawanPertamina
gratisdiperoleh dari rumah sakit Pertamina.*uang pensiun dari Pertamina bisa
membeli 2-3 rumahluks dan para pensiunan diaktifkan kembali dalamratusan
anak-perusahaan yang diciptakan Pertamina.*Pertamina bisa menjual seenaknya
tanker raksasa yangsudah siap pakai*Pertamina mengangkat Menteri Budiono
menjadiKomisaris untuk mencicipi gaji buta jutaan Rupiah dariPertamina*Pertamina
mengangkat Jendral Endriartono Sutarto-teman dekat SBY-menjadi Komisaris
Utama*Pertamina menghadiahka rumah luks bagi Prof. EmilSalimSemua fasilitas
tersebut, ujung-ujungnya terpulangpada subsidi APBN-nya Sri Mulyani.Sungguh
tidak mengherankan lagi mengapa Pertamina bisamemakai dua Menteri -Purnomo
Yusgiantoro dan SofyanDjalil menjadi SatPam-nya Pertamina. Di mana di duniaini
ada perusahaan minyak yang memperalat satu apalagidua Menteri, yang dipakai
melulu dan tidak lain dantidak bukan untuk mempertahankan Pertamina
sebagaibandit-bandit 'Al Copone' yang sangat bermurah hati?Pertamina seharusnya
dipecah dan dibubarkan untukdijual pada pihak swasta.Di mana ada Bank Sentral
seperti BI yang Gubernurnyamasuk penjara; yang digantikan oleh Budiono yang
tidaktahu apa-apa mengenai ilmu moneter; yang DewanGubernurnya menciptakan
secara kolegial sebuah YayasanDana Uang Sogok Rp 100 miliar. Seyogianya BI
harusdi-retool secara total dan radikal, sedang dalam padaitu Budiono sendiri
harus dipecat.Di mana ada Menteri Keuangan yang menaikkan harga BBMdemi
kesejahteraan perusahaan-minyak tapi yangmenyengsarakan rakyat dan
membagi-bagikan bantuan BLTyang dilindungi Menteri Dalam Negeri dan
Kapolri?Seyogianya Sri Mulyani harus rela berhenti atauterpaksa
diberhentikan.Sungguh benarlah Republik ini sudah TERKUTUK menjadiNegara
Bego.Namun, siapa bilang Rakyat Indonesia dan parademonstran anti kenaikan harga
BBM bisa dan maudiperlakukan sebagai sudah bego juga? NEVER, NONEVER!!!
Rabu, 12 Desember 2007
PERAN PEMUDA
Berangkat Dari Nasionalisme.
Membangun kesadaran Nation (bangsa) merupakan landasan awal dari perjuangan kemerdekaan Indonesia. Nation atau bangsa adalah kesadaran kolektif, yang mana sama-sama menjadi korban penindasan dan penghisapan yang dilakukan oleh bangsa kolonial dan imperialisme. Masyarakat nusantara yang pada masa jaman kolonial yang berbeda bahasa, beragam suku, dan adat yang berbeda. Merupakan landasan awal yang harus di bangun budaya yang sama dan dalam keinginan yang sama (Wils).
Pada masa penjajahan zaman belanda, perlawanan terhadap pihak kolonial masih dalam konteks primordial-primordial masyarakat. Misalnya perlawanan yang di lakukan oleh SDI (serikat dagang islam) di bawah pimpinan gagasan Mas Tirto Adisuryo, perlawanannya masih pada kepentingan politik dagang, khususnya pedagang batik, begitu juga dengan pemberontakan petani Banten, belum terbangunnya kesadaran Nation State (negara - bangsa) untuk kemerdekaan yang seutuhnya ; 100% atas Tanah, Air dan Udara.
Pada tahun 1920-an, kesadaran rakyat atas keinginan bersama (wils) untuk kemerdekaan yang dipelopori oleh pemuda sebagai garda terdepan, karena juga dipengruhi oleh situasi objektif masyarakat yang semakin hari semakin sengsara dan semakin bertambah tertindas, dan akumulasi ini bertemu titik klimaksnya pada sumpah pemuda 28-28-1928.
Sebuah Impian.
Selama tahun-tahun terakhir zaman Belanda, politik pemuda terbatas terutama pada golongan anak-anak priyayi terkemuka. Pimpinannya sangat terpusat di dua kota besar, Jakarta (atau batavia, sebagaiman dikenal pada waktu itu) dan Bandung, karena di tempat itu terdapat fakultas kedokteran, hukum, dan teknik. Sesungguhnya pengalaman hidup dari lembaga-lembaga pendidikan ini (kemanamahasiswa-mahasiswa Indonesia tertarik) menerangkan mengapa justru di tengah-tengah barisan pemuda-pemuda inilah ideologi “nasionalisme Indonesia” yang khas itu dirumuskan dan di sebarkan untuk pertama kali.
Penentangan.
Kedatangan Jepang disambut sebagai pembebas dari penindasan kolonial pada saat mereka tiba di Jawa dalam bulan Maret 1942,kepopuleran mereka hanya sebentar. Perkosaan, perampasan, perdagangan gelap, dan keangkuhan rasial menimbulkan dendam yang melua, dan kebencian terhadap teror yang dilakukan oleh kenpeitai (polisi militer) malah bertambah besar karena setiap orang terpaksa menyembunyikannya. Perusakan dan perampasan yang dilakukan oleh pejabat-pejabat pendudukan itu paling pahit dirasa oleh kaum tani karena mereka menjadi korban pertama dari penyerahan padi secara paksa dan program romosha.
Dalam tahun 1944, suatu tahun yang ditandai dengan kegagalan panen yang meluas, dendam beralih keputusasaan dan kebencian kaum melarat. Dan pemberontakan mulai terjadi, seperti pemberontakan di Singaparna (Tasikmalaya) pada tanggal 25 februari 1944, pimpinan di pegang oleh seorang kiai tredisionalis tua yang didukung oleh para anggota pesantrannya.
Proklamasi Kemerdekan
Kegagalan Gerakan Rakyat Baru itu menandai berakhirnya kegiatan politik dari zaman pendudukan, dalam mana peraturan-peraturan politik ditetapkan secara mutlak oleh angkatan darat jepang. Pada waktu yang sama dengan jelas kegagalan itu mensinyalir pola perselisihan yang akan timbul pada saat Kerajaan Jepang mendekati keruntuhannya.
Pada tanggal 17 juli 1945, Sauko Senso Shido Kaigi (Dewan Pengawasan Perang Tertinggi) melangsungkan suatu rapat yang menetukan, dalam mana mentri luar negeri Togo membujuk kolega-koleganya untuk supaya kemerdekaan “Boneka” dengan segera diberikan kepada bekas Hindia Belanda, tetapi prakarsa itu supaya diambil, atau nampaknya diambil, oleh rakyat Indonesia sendiri. Pada tanggal 21 juli, keputusan ini setelah disahkan oleh kabinet perang disampaikan kepada panglima angkatan darat ke16, Jenderal Yuichiro Nagano di Jakarta.
PPKI.
Pada tanggal 7 Agustus, Saigon mengumumkan pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pagi 9 Agustus 19945, Sukarno, Hatta, dr. Radjiman Wediodiningrat (ketua badan penyelidik), dr. Suharto (dokter pribadi sukarno), Letnan Kolonel Nomura, dan Miyoshi berangkat ke Singapura dengan menumpang pesawat militer. Disana Nomura melapor kepada pejabat-pejabat militer. Kemudian hari itu juga mereka meninggalkan Singapura untuk melanjutkan perjalanan ke Saigon. Pada tanggal 11 Agustus 1945 Marsekal Terauchi menerima ketiga pemimpin Indonesia itu divilanya di Dalat, dan pada pukul 11.40 pagi Sukarno dan Hatta dilantik sebagai ketua dan wakil ketua dari PPKI yang baru. Dalam pembahasannya disetujuilah bahwa PPKI akan melangsungkan sidang yang pertama tanggal 18 Agustus, dan bahwa kemerdekaan itu akan disampaikan secara resmi sesegera sesudah persiapan terakhir dipihak Jepang disimpulkan.
Sekitar tanggal 13 Agustus, keanggotaan PPKI diumumkan dan keanggotaannya dikuasai oleh angkatan tua dan tidak ada satu orangpun dari angkatan muda yang dilibatkan.
Problem Kemerdekaan
Berita penyerahan, atau setidaknya desas-desus bahwa hal itu terjadi, beredar begitu cepat melalui jaringan pemuda di seluruh pelosok ibu kota. Rapat darurat pemuda dilangsungkan di Laboratorium Bakteriologi di pegangsaan dekat rumahnya Sukarno. Setelah diskusi secara mendalam, diputuskan untuk mengirim delegasi yang dipimpin oleh Wikana untuk menjumpai Sukarno malam itu juga, mendesaknya supaya membuat proklamasi diluar kerangka PPKI secapat mungkin.
Sejak Kongres Pemuda, para pemuda tetap mendesak pejabat-pejabat Jepang supaya bergerak lebih cepat kearah kemerdekaan, dan mengecam pimpinan tua karean sifat takut-takut dan kepasifan mereka. Deklarasi kemerdekan yang segera dan otonom adalah penting sekali demi kemerdekaan itu sendiri, sebagai pernyataan secara simbolis dari kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri. Saat krisis yang telah lama dinantikan telah tiba. Jepang sekarang sudah kehilangan wewenang apapun yang oernah mereka miliki; jika pemimpin tua gagal melakukan apa yang diharapkan mereka lakukan, maka pemudalah yang mesti mengambil nasib bangsa ke dalam tangan mereka sendiri.
Pada akhirnya pemuda menculik Sukaeno dan Hatta, sekitar pukul empat pagi tanggal 16 Agustus 1945, Hatta dan Sukarno (bersama keluarganya) dibangunkan dan dibawa ke Rengasdengklok. Dan dari peristiwa ini masih banyak pendapat. disatu pihak, dikemukakan bahwa dengan menyingkirkan Sukarno dan Hatta dari Jakarta, pemuda berharap dapat mencegah mereka dipaksa oleh Jepang untuk memadamkan pemberontakan pemuda yang direncanakan untuk dimulai di Jakrta.
What’s Revolution?
Bahwa Lenin atau siapapun pernah menegaskan rumus-rumus kesadaran sebagai alat revolusi kelas tertindas bukan berarti perubahan Cuma milik Lenin; masyarakat kelas tertindas bukan cerita dan, demikian halnya, pembebasan kelas tertindas mustahil terjadi hanya dengan merujuk dan kemudian kemudian menganggapnya sama dengan cerita-cerita tentang yang pernah dilakukan Lenin, Marx, atau siapapun.
Revolusi adalah sejarah pada pengertiannya yang paling dasar. Ia hanya bisa lahir dari perlawanan atas apa yang oleh Marx disebut mode produksi masyarakat. Setiap upaya yang mengatas namakan revolusi tetapi tidak mencoba memasuki relung dalam, inner world, yang menjadi dasar segala ‘alasan’ berputarnya roda sejarah suatu masyarakat, hanya akan melahirkan persoalan untung rugi social dan tidak bisa jadi jaminan berakhirnya penindasan-penghisapan (intenisifikasi-super-eksploitatif) kemanusiaan.
Penggalian nilai-nilai revolusioner perjuangan-perubahan selalu diupayakan dengan terlabih dalu menemukan dasar-dasar penghisapan-penindasan; baik ia bernama mode produksi, mode konsumsi, atau sebatas mode distribusi ekonomi politik masyarakat dan kemudian mengidentifikasi pihak-pihak mana yang menguasainya. Menjadikan revolusi sebagai cita-cita berarti menempatkan kenyataan ekonomi politik masyarakat sebagai system sejarah yang nyata-nyata terjadi.
Historisitas dan otentisitas masyarakat merupakan sumber asli revolusi. Sekedar ilustrasi lanjutan, apakah otentifikasi histories yang dilakukan Marx ketika berbicara tentang ‘kerja’ dan mematok revolusi dari perintah moral ‘bersatulah pekerja seluruh dunia’ cukup memadai untuk juga menyimpulkan bahwa seluruh manusia dimuka bumi juga sudah terlibat dalam pengertian kerja sebagaiman dimaksud Marx adalah pertanyaan awal yang penting untuk memulai apapun pembicaraan atau tindakan atas nama Marxisme.
Sekaligus kita dapat ilustrasikan kritik Laclau tentang sumber penindasan yang terjasi di Amerika Latin tiga abad lampau bukanlah kelas pemodal, tapi golongan Feodal Portugal dan Spanyol –negeri yang dimaksud Laclau-untuk membungkam Andre Gunder Frank dari teori ketergantungan. Atau Bill Warren –seorang Marxis orthodok—yang membawa pembicaraan berspektif Marxisme kembali kewacana produksionis; bukan kapitalisme dalam pengertian modal dagang –seperti yang dianut kaum marxis-fungsional—tetapi modal produksi.
Artinya, kalau memang rangkaian revolusi yang terjadi sepanjang sejarah manusia hendak dijadikan alas gambar perubahan kita saat ini, yang mesti kita kedepankan bukan lah permasalahan secuil kepemimpinan (klas) social semasa revolusi. Kita bebaskan Revolusi Rusia dari kerangkeng Leninisme, revolusi Indonesia dari Soekarnoisme, dan revolusi Cina kita bebaskan dari jebakan asosiatif Maoisme, dan demikian seterusnya, untuk kemudian mengembalikan revolusi kepada pemilik dan penggeraknya yang sejati; rakyat!
Dus, sejarah revolusi harus dikembalikan pada esensi awal social dimana revolusi terjadi sebagai hal alamiahdar masyarakat yang diharuskan (oleh penindasan-penghisapan!) untuk segera membebaskan diri. Buku suci perubahan adalah logika social yang terbentuk dari bukan hanya satu, dua, atau tiga kelas social –ingatlah Simon dan Rucio ketika mendiskripsikan wacana produksionis kedalam sub aliran artikulasi mde produksi yang memungkinkan terjadinya aliansi klas atas mode produksi kapitalis, pra kapitalis atau non kapitalis dimana kecendrungan terakhir tersubordinasi atas yang pertama, atau juga Internasionale modal yang berbicara tentang pembagian kerja International dan mode produksi colonial yang diterangkan baik sekali oleh Hamza Alavi—tapi juga dari semesta kesadaran yan mengendap-mendasari relasi social antar klas dalam masyarakat, yang petut disebut dengan class character. Historisitas otentisitas pembebasan, kesejatian revolusi, hanya mungkin diawali dengan perlawanan atas penindasan dan penghisapan otentik-historis yang terjadi dalam setiap fasedisetiap tempat hidup masyarakat.
Yang kemudian perlu terus dicari adalah penjelasan tentang bingkai keaslian serta atas sejarah masing-masing peristiwa revolusi; untuk klas tertindas oleh klas tertindas dan dalam konteks ketertindasannya masing-masing, itulah paragraf pembukaan revolusi (!) bukan dalam pengertian sebagai ritus pemberhalaan sejarah para ideology (politikus besar?) yang telah membacakan dirinya dihadapan sejarah pengetahuan kita.
Menjadi revolusioner adalah menemukan inti kesadaran ketertindasan yang sanggup menyelamatkan maksud-maksud pembebasan dan membangunkan niatan revolusi dari tidur panjang dihadapan nisan para pahlawan.
(Rakyat koeasa)
Katakan
Indonesiasatu, satu
Indonesiaberkatalah!!
Ini syair, syair guna-guna
Ini tembang, tembang gula kelapa
Selalu bergerak
Namun belum dapat berkata-kata
Katakan
Indonesiasatu, satu
Indonesiaberkatalah!
Berakati manusia berkata Insonesia
Berkat
Indonesiaberkat merdeka
Bangkit
Indonesiapada yang sadar merdeka
Indonesiabangkit
Yang sadar merdeka.. yang merdeka sadarlah..
Katakan
Indonesiasatu, satu
Indonesiaberkatalah!
Pertiwi jangan berduka!
Pertiwi jangan murka!
Kami air mata, kami darah
Hendak menyanyi pada pesta zaman
Hendak menari untuk perubahan
Katakan
Indonesiasatu, satu
Indonesiaberkatalah!
Sembilan peperangan telah disiapkan
Hormati hidup, hidupi kematian
Barisan pemenang adalah ketulusan
Sembilan kebenaran bersatulah dalam kearifan.
Katakan
Indonesiasatu, satu
Indonesiaberkatalah!
Waspadai keragu-raguan
Beri tempat untuk kecemasan beristirahat
Jalan disepanjang ingatan dikepala
Perburuan segelap mata tanpa jendela
Mustahil dilewati tanpa yakin pada jiwa dan nurani
Katakan
Indonesiasatu, satu
Indonesiaberkatalah!
Disetiap tempat kita mesti berangkat
Disetiap waktu kita mesti berburu
Berangkatlah tempat-tempat
Burulah waktu-waktu
Pada jantung zaman kita pasrahkan badan
Pada detak perjuangan kita rayakan kehidupan.
Katakan
Indonesiasatu, satu
Indonesiaberkatalah!
Revolusi tidak pernah marah
Tubuh tebakar bukan perubahan
Kita-kitalah yang harus marah
Kita, sekali lagi kitalah yang membakar perubahan
Nyalakan obor digenggam sadarmu
Tabuh genderang ditelinga keberanianmu
Badaikan perubahan didada karangmu.
Katakan
Indonesiasatu, satu
Indonesiaberkatalah!
Aku nasehati kamu untuk merdeka
Aku merdekamu untuk bijaksana
Yang merdeka yang bijaksana
Tidak merdeka tidak bijaksana
Bukan
Indonesia.
Indonesiasatu, satu
Indonesiaberkatalah!
Puisi kita bukan lagi puisi yang ditulis dengan kata-kata
Melainkan puisi yang dijalani dengan keringat, air mata, dan
Darah untuk Ibu prtiwi>
Dari hati yang terluka
Karena selalu dikhianati.
Agus S.Malma



